liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Arkeolog AS Temukan 14 Proyektil Senjata Tertua Berusia 16.000 Tahun

Arkeolog AS Temukan 14 Proyektil Senjata Tertua Berusia 16.000 Tahun

Memuat…

Para arkeolog telah menemukan 14 butir peluru di lokasi penggalian Coopers Field di Western Idaho, Amerika Serikat (AS). Foto/Berita Seni/Oregon State University

WASHINGTON – Para arkeolog telah menemukan 14 titik peluru berasal dari situs penggalian Cooper’s Field di Western Idaho, Amerika Serikat (AMERIKA SERIKAT). Beberapa dari proyektil tajam ini, berukuran sekitar setengah inci hingga 2 inci, diperkirakan berusia 13.200 hingga 16.000 tahun.

Sebuah makalah penelitian tentang penemuan itu mengatakan itu termasuk alat-alat batu lainnya, fragmen tulang hewan dan sejumlah besar fragmen litik. Penemuan ini memberikan rincian tambahan tentang bagaimana manusia purba di Pacific Northwest memproduksi dan menggunakan senjata batu untuk berburu binatang.

Makalah penelitian juga menjelaskan bagaimana perubahan es membawa manusia purba ke Sungai Columbia, dan akhirnya ke lokasi Feri Cooper. “Bukti ini memperpanjang waktu teknologi point-of-care di Amerika,” kata para peneliti dalam laporan yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada 23 Desember 2022.

Baca juga; Aneh dan Mematikan, Beginilah Rupa Senjata Ninja 430 Tahun Lalu

Studi tentang senjata batu dipimpin oleh profesor antropologi Corvallis Loren Davis dari Oregon State University. Makalah tersebut mencatat bahwa titik-titik yang berasal dari Lapangan Cooper serupa dengan yang ditemukan di Hokkaido, Jepang, yang berasal dari 16.000 hingga 20.000 tahun yang lalu.

Davis mengatakan penemuan itu menambahkan detail lebih lanjut pada hipotesis bahwa orang-orang Zaman Es yang berlokasi di Asia Timur Laut dan Amerika Utara memiliki ikatan genetik dan budaya awal yang sama. Kehadiran mereka di Idaho menambah detail hipotesis bahwa hubungan genetik dan budaya awal ada antara masyarakat zaman es di Asia Timur Laut dan Amerika Utara.

“Dari sudut pandang ilmiah, penemuan ini menambah detail yang sangat penting pada catatan arkeologi orang-orang paling awal di Amerika,” kata Davis.

Baca juga; Penemuan Batu Meriam Bertulisan Arab di Israel, Saksi Pengepungan Benteng di Kota Arsuf

Para arkeolog menemukan perkakas batu selama penggalian musim panas di situs Cooper’s Ferry antara 2012 dan 2017. Sebelumnya, Davis dan rekan penelitinya melaporkan penemuan lubang api berusia 14.200 tahun dan area pemrosesan makanan yang berisi sisa-sisa kuda yang telah punah. Menurut Oregon State University, para arkeolog telah menemukan lebih dari 65.000 item secara total di Cooper’s Field.

(jaring)