liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

CERN Wadah Ilmuwan Eropa Meneliti Nuklir dan Struktur Alam Semesta

CERN Wadah Ilmuwan Eropa Meneliti Nuklir dan Struktur Alam Semesta

Memuat…

CERN merupakan salah satu laboratorium akselerator partikel terbesar di dunia, sehingga sering disebut sebagai Laboratorium Fisika Partikel Eropa. FOTO/IST

JAKARTA – CERN (Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire) atau Dewan Eropa untuk Riset Nuklir adalah organisasi penelitian nuklir Eropa.

BACA JUGA – Israel Perluas Fasilitas Nuklir Dimona Tempat Produksi Senjata Nuklir

CERN juga merupakan salah satu laboratorium akselerator partikel terbesar di dunia, oleh karena itu sering disebut sebagai Laboratorium Fisika Partikel Eropa. Terletak di sebelah barat Jenewa, di perbatasan antara Prancis dan Swiss.

Di sini peneliti mencoba mempelajari struktur dasar alam semesta. Mereka juga menyelidiki struktur dasar dari partikel yang menyusun segala sesuatu di alam.

CERN didirikan pada tahun 1954 dan merupakan salah satu perusahaan patungan pertama di Eropa. CERN saat ini memiliki 23 negara anggota. Sejak didirikan pada tahun 1954, CERN telah membuat banyak penemuan penting, baik dalam fisika partikel (seperti penemuan awal arus netral) maupun dalam teknologi yang telah membantu meningkatkan kehidupan sehari-hari.

Awal pembentukan CERN adalah pada akhir Perang Dunia Kedua. Saat itu, sains Eropa bukan lagi kelas dunia. Beberapa ilmuwan visioner membayangkan menciptakan laboratorium fisika atom Eropa.

Laboratorium tersebut tidak hanya akan mempertemukan para ilmuwan Eropa tetapi juga memungkinkan mereka berbagi biaya fasilitas fisika nuklir yang dinilai terus meningkat.

Di antara ilmuwan tersebut adalah Raoul Dautry, Pierre Auger dan Lew Kowarski di Prancis, serta Edoardo Amaldi di Italia, dan Niels Bohr di Denmark.

Oleh karena itu, fisikawan Prancis Louis de Broglie mempresentasikan proposal resmi pertama untuk pembuatan laboratorium Eropa di Konferensi Kebudayaan Eropa, yang dibuka di Lausanne pada 9 Desember 1949.

Kemudian, pada tahun 1950 pada Konferensi Umum UNESCO yang kelima, Isidor Rabi yang merupakan fisikawan Amerika dan peraih Nobel menyampaikan sebuah resolusi. Isinya berupa mandat kepada UNESCO untuk membantu dan mendorong pendirian laboratorium penelitian regional untuk meningkatkan kerjasama ilmiah internasional.