liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Dukung Rusia, Iran Siapkan Senjata untuk Skakmat NATO

Dukung Rusia, Iran Siapkan Senjata untuk Skakmat NATO

Memuat…

Drone bunuh diri Iran yang digunakan oleh Rusia untuk menyerang Ukraina adalah salah satu dari banyak inovasinya. GAMBAR / Harian

Moskow – Selesai Iran menempatkan drone mautnya di Ukraina, Perang Dunia III Perang Dunia III yang dikhawatirkan banyak negara tak terelakkan.

BACA JUGA – Mesin Rotax 4 tak Inovasi Iran Mematikan di Perang Rusia-Ukraina

Iran saat ini sedang mempersiapkan rudal balistik yang mampu terbang dengan kecepatan hipersonik, kata seorang pejabat militer senior kepada wartawan, Kamis.

Sistem senjata ini memiliki kemampuan untuk menembus semua jenis pertahanan antirudal yang ada saat ini, oleh karena itu rudal hipersonik sering disebut sebagai senjata yang tak tertandingi.

Kabar tersebut datang dari Amir Ali Hajizadeh, Komandan Pasukan Dirgantara Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) seperti dilansir Daily Star.

Dia berbicara kepada wartawan di luar upacara peringatan yang didedikasikan untuk pendahulunya, Hassan Tehrani Moghadam, yang berjasa meluncurkan program rudal balistik jarak jauh Iran.

Hajizadeh menekankan bahwa teknologi untuk mencegat rudal hipersonik tidak mungkin dikembangkan dalam beberapa dekade mendatang, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang dugaan sistem senjata baru tersebut.

Senjata hipersonik hadir dalam berbagai desain, tetapi semuanya mampu menahan kondisi ekstrim saat terbang melintasi atmosfer dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara.

Hanya beberapa negara, seperti Rusia, China, dan AS, yang memiliki teknologi canggih untuk memproduksi senjata semacam itu.

Sementara itu, Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Mohammad Eslami mengatakan kapasitas pengayaan nuklir negaranya telah meningkat lebih dari 100 persen atau dua kali lipat dibanding sebelumnya.

Hal itu disampaikan Eslami dalam rapat anggota Fraksi Strategis di DPR (Parlemen Iran).

Dia mengatakan, Rencana Aksi Strategis yang disetujui Dewan pada tahun 2020 merupakan undang-undang yang cocok untuk pengembangan industri nuklir Iran.

Iran telah banyak berinvestasi dalam mengembangkan kemampuan misilnya sejak perang selama satu dekade dengan Irak pada 1980-an.

(wbs)