liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Hendi Prio Santoso Dukung Perbanyak Demo Kendaraan Listrik

Hendi Prio Santoso Dukung Perbanyak Demo Kendaraan Listrik

Memuat…

MIND ID bermaksud mendukung program akselerasi ini dengan membeli 48 unit sepeda motor listrik buatan anak negeri dengan brand GESITS yang diproduksi melalui WIMA.

JAKARTA – Sudah bukan rahasia lagi bahwa Indonesia mendukung meluasnya penggunaan energi baru dan terbarukan. Percepatan ini juga dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya Holding Industri Pertambangan MIND ID atau Industri Pertambangan Indonesia.

Demi sinergi lebih lanjut, MIND ID bekerja sama dan telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) dalam rangka mendukung program akselerasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Oktober lalu di Nusa Dua, Bali.

MIND ID bermaksud mendukung program akselerasi ini dengan membeli 48 unit sepeda motor listrik buatan anak negeri dengan brand GESITS yang diproduksi melalui WIMA.

Hendi Prio Santoso, Direktur Utama MIND ID mengatakan, sinergi dan kerja sama pihaknya dengan WIMA merupakan bentuk percepatan transisi kendaraan berbasis listrik di Indonesia. MIND ID berkomitmen penuh untuk mendukung transisi energi yang lebih hijau.

“Percepatan transisi kendaraan listrik di Indonesia sejalan dengan jalur keberlanjutan MIND ID dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait pilar mengatasi perubahan iklim,” tambah Hendi.

Sementara itu, Business Development Director MIND ID, Dilo Seno Widagdo mengatakan kerjasama ini merupakan bentuk sinergi dan kerjasama untuk mendukung dan mewujudkan tujuan bersama energi yang lebih ramah lingkungan.

“Selain itu juga sejalan dengan komitmen MIND ID untuk mendukung percepatan kendaraan berbasis listrik di Indonesia,” ujar Dilo.

Komitmen MIND ID untuk mewujudkan Elektrik Kendaraan Berbasis Baterai juga dibuktikan dengan ditunjuknya PT Indonesia Battery Company (IBC) untuk melakukan studi bersama dengan Arrival Ltd, perusahaan asal Inggris yang bergerak di bidang microfactory EV sejak tahun 2015, melalui penandatanganan . dari Nota Kesepahaman yang dilakukan September lalu di Inggris yang disaksikan langsung oleh Menteri BUMN, Erick Tohir.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini meliputi Studi Pasar dan kelayakan Proyek perluasan bisnis kendaraan listrik, Proyek kelayakan penyediaan Aluminium dan penyediaan Baterai untuk perluasan bisnis EV di kawasan Asia Pasifik.

Tak heran jika kedepannya MIND ID akan banyak berkolaborasi dengan menghadirkan demo kendaraan listrik untuk mendukung percepatan terwujudnya ekosistem kendaraan listrik nasional di Indonesia. Baru-baru ini, MIND ID juga mempresentasikan prototipe motor listrik dan penggantian baterai GESITS oleh IBC di Booth Grup MIND ID pada acara The 1st Minerals Mining Industry, yang diadakan di Bandung, 29-30 November 2022. Pengunjung booth sangat bersemangat untuk mencoba, bahkan listrik uji coba motor.

Tak hanya itu, sebagai BUMN, MIND ID juga akan tetap mengutamakan kelayakan proyek dari sisi bisnis agar tetap dapat memberikan dividen terbaik kepada negara.

Rencana kedatangan investasi di Indonesia juga berpotensi mendukung program pemerintah untuk menarik investor asing menanamkan modalnya di dalam negeri.

“Kerjasama ini merupakan bentuk komitmen nyata MIND ID dalam mewujudkan percepatan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai di Indonesia. Selain itu, kerjasama ini tentunya juga sebagai bentuk pengembangan hilirisasi industri Aluminium dan Nikel di Indonesia,” pungkas Dilo .

(srf)