Isu Keuangan Negara Sangat Emosional, Sri Mulyani Minta Anak Buahnya Pandai Berkomunikasi

Isu Keuangan Negara Sangat Emosional, Sri Mulyani Minta Anak Buahnya Pandai Berkomunikasi

Memuat…

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan jajarannya bahwa isu-isu terkait keuangan negara merupakan isu sensitif bagi masyarakat. Apa itu?. Foto/Dok

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan jajarannya terkait isu-isu tersebut keuangan nasional menjadi isu sensitif bagi masyarakat. Oleh karena itu untuk dapat berkomunikasi dengan baik merupakan suatu tantangan tersendiri Kementerian Keuangan (Kemenkeu) .

Baca Juga: Masih Dikecam, Sri Mulyani Sulit: Apresiasi Kinerja Kolektor Keuangan Negara

Beberapa isu sensitif yang dimaksud Menkeu antara lain mulai dari kewajiban membayar pajak, kemudian terkait utang, bahkan penyaluran subsidi dan bansos yang menjadi perhatian bersama.

“Segala sesuatu yang berkaitan dengan keuangan negara sangat emosional karena sangat menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi, kalau emosi yang mendominasi sangat sulit untuk membicarakan sesuatu yang rasional,” ujar Sri saat menyampaikan arahan pada Pembukaan Rakor Humas Kemenkeu Tahun 2022 di Jakarta, dikutip Rabu (23/11/2022).

Sri melanjutkan, setiap kebijakan yang berkaitan dengan keuangan negara harus dirumuskan dengan pemikiran teknokratis namun tetap berempati terhadap situasi ekonomi dan sosial. Kombinasi inilah yang harus dipertahankan untuk mewujudkan kebijakan secara keseluruhan.

Baca Juga: Pesan Sri Mulyani Kepada 2.397 Lulusan STAN: Pengelola Keuangan Negara Harus Amanah

Namun, ia mengingatkan bahwa kemampuan komunikasi ini bukan berarti mengganti kompetensi dengan materi. Komunikasi akan baik jika didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan keuangan negara yang dikelola.

“Jangan berkomunikasi sebagai pengganti materi yang baik atau materi yang gagal tersampaikan,” jelas Sri Mulyani.

Keuangan negara sangat penting. Sri mengungkapkan, tanpa perlu terkoneksi, seluruh masyarakat Indonesia harus terkoneksi dengan keuangan negara.

“Kalau kita tidak bisa berkomunikasi dengan baik, bekerja sama dan bersinergi, ya kita sudah diberi banyak hadiah, itu akan mubazir, mubazir, lebih parah lagi akan menjadi bencana,” ujarnya.

Untuk itu, Sri berharap Kementerian Keuangan dapat mensosialisasikan setiap kebijakan dengan baik. Tujuannya agar informasi yang beredar di masyarakat terkait keuangan negara benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jadi tidak seperti kalau tenang dan diam, ruang publik juga kosong. Ruang publik dipenuhi dengan informasi yang disengketakan yang isinya bisa sangat buruk. Jadi jika kita tidak mengisi ruang publik dengan begitu banyak data, informasi dan materi yang kita miliki, Anda bertanggung jawab kepada bangsa Indonesia,” pungkas Sri.

(hektar)