liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Jangan Asal Klik! Simak Imbauan Polri dan BRI Agar Terhindar dari Penipuan Online

Jangan Asal Klik! Simak Imbauan Polri dan BRI Agar Terhindar dari Penipuan Online

Memuat…

Modus baru penipuan online terus bermunculan. BRI secara proaktif terus mengedukasi nasabah untuk waspada dan menghindari penipuan. Foto/SINDOnews/Inda Susanti

JAKARTA – Modus baru tipuan online terus bermunculan. Masyarakat dan nasabah bank diimbau untuk selalu berhati-hati, waspada dan meningkatkan literasi digital.

terbaru, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengungkap dan menangkap 13 kelompok penipuan online yang memakan ratusan korban dan kerugian hingga Rp 12 miliar.

Pelaku diketahui melakukan aksinya dalam mode phishing dengan mengirimkan Android Package Kit (APK) yang telah dimodifikasi dan tautan ilegal.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (19/1), Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menjelaskan, pelaku memodifikasi APK untuk mendapatkan akses inbox SMS perangkat korban. .

Tujuannya untuk mendapatkan kode One Time Password (OTP) yang diterima korban, khususnya kode OTP dari aplikasi mobile banking dan e-wallet.

Polri menyatakan, modifikasi APK peretasan yang dilakukan pelaku telah menyasar lebih dari 493 korban dengan mengirimkan informasi layanan pengiriman (pelacakan) melalui APK modifikasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp.

Menurut Adi, kasus ini merupakan modus dan motif baru yang perlu diwaspadai seluruh lapisan masyarakat agar tidak lagi menjadi korban.

“Ini adalah pertama kalinya kasus ini terjadi. Dalam waktu dekat akan kami umumkan lagi,” ujarnya dikutip Jumat (20/1/2023).

Saat mengungkap kasus ini, lanjut Adi, Polri telah mengamankan pelaku di Palembang, Makassar, dan Banyuwangi beserta sejumlah barang bukti. Mereka bekerja secara kolektif tetapi dengan peran yang berbeda.