liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Kemnaker Bantu Buka Peluang Magang di Korea hingga Qatar

Kemnaker Bantu Buka Peluang Magang di Korea hingga Qatar

Memuat…

Ilustrasi karyawan. Foto/pexels/sora shimazaki

JAKARTA – Kesempatan magang di Korea Selatan (Korsel) dibuka kembali menyusul telah ditandatanganinya kerjasama (MoU) di bidang pemagangan antara Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI dengan Korea Federation of Small Business (KFSB).

“Saya berharap dengan penandatanganan MoU antara Dirjen Binalavotas dengan Ketua KFSB ini dapat menginisiasi dan membuka program pemagangan di luar negeri di Korea Selatan bagi tenaga kerja Indonesia selain untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Korea Selatan. ,” kata Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah di Hwaseong, Korea Selatan, dalam keterangan tertulis, Minggu (4/12/2022).

Menurutnya, selama ini Indonesia telah menjalin kerjasama dalam bidang pemagangan dengan beberapa negara sahabat guna meningkatkan keterampilan SDM Indonesia, selain untuk memenuhi kebutuhan tenaga terampil di negara tujuan pemagangan.

Baca juga: Temui Pekerja Migran Indonesia di Korea, Menaker Sebut Keuntungan Bekerja di Negeri Ginseng

Beberapa negara mitra magang antara lain Jepang, Qatar dan Australia. Indonesia juga menjadi negara peringkat ketiga sebagai negara pengirim magang setelah Vietnam dan China.

“Saya juga berharap kerjasama Ditjen Binalavotas Kemenaker dengan KFSB menjadi awal dari perjalanan panjang pembelajaran bersama agar mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan yang semakin dinamis di setiap negara,” ujar Ida . .

Baca juga: Buruh Ini Protes Dibayar Rp 2 Miliar Setahun Hanya untuk Makan Siang dan Baca Koran

Ruang lingkup MoU meliputi penyediaan analisis kebutuhan pelatihan, pengembangan standar kompetensi kerja, pengembangan program, kurikulum, modul pelatihan, dan aplikasi pelatihan termasuk konten, penyediaan sarana dan prasarana pelatihan.

Kemudian, peningkatan kapasitas tenaga pengajar, penyediaan tenaga ahli/pengajar, pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi, pemberian pelatihan kerja dan pelatihan pemagangan serta pelaksanaan business matching antara organisasi pengirim dan organisasi pengawas.

(eng)