liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Obligasi Pos Indonesia Alami Kelebihan Permintaan hingga Rp1,6 Triliun

Obligasi Pos Indonesia Alami Kelebihan Permintaan hingga Rp1,6 Triliun

Memuat…

Obligasi PT Pos Indonesia banyak diminati investor. Foto/Dok

JAKARTA – PT Pos Indonesia (Persero) menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar pada 29 Desember 2022. Obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai program transformasi dan inovasi perusahaan.

Baca juga: Tips MotionTrade: 4 Keuntungan Investasi Obligasi

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PT Pos Indonesia (Persero) Endy PR Abdurrahman mengatakan, penerbitan obligasi tersebut mengalami oversubscribed. “Selama perjalanan permintaan cukup besar, sehingga oversubscription Rp 1,6 triliun,” kata Endy di segmen Market Buzz Power Breakfast BEI, Rabu (4/1/2023).

Karena terbatasnya jumlah obligasi yang hanya diterbitkan dengan harga Rp 500 miliar, kata Endy, banyak calon investor yang cukup kecewa. “Jadi tiga tahun pertama ada permintaan Rp 900 miliar atau hampir Rp 1 triliun, tapi kami hanya menyediakan Rp 100 miliar untuk jangka waktu tiga tahun, lima tahun kami sediakan Rp 400 miliar. ,” jelas Endy.

Menurut Endy, Pos Indonesia mengakui transformasi tersebut agak terlambat, namun pasar melihat potensi yang baik. “Sebagai obligasi utama kita perlu memberikan kupon yang menarik bagi masyarakat,” kata Endy.

Obligasi tersebut diterbitkan dalam dua seri. Pertama Seri A senilai Rp 100 miliar dengan jangka waktu tiga tahun. Kedua, Seri B Rp 400 miliar dengan jangka waktu lima tahun.

Baca Juga: Tyson Fury Perlakukan Oleksandr Usyk Seperti Kelinci: Aku Hancurkan Dia!

Penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi ini akan mengikuti ketentuan pasar modal dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

(mendesah)