Riset Geologi Sebut Sesar Lembang Berpotensi Picu Gempa Bumi Besar di Jawa

Riset Geologi Sebut Sesar Lembang Berpotensi Picu Gempa Bumi Besar di Jawa

Memuat…

Wilayah Cianjur terletak di lempeng Sunda yang merupakan rangkaian lempeng kerak besar planet Australia. FOTO/IST

JAKARTA Gempa bumi di Cianjur dengan kekuatan 5,6 skala Richter yang menewaskan ratusan orang awal pekan lalu, akibat bergesernya Sesar Lembang.

BACA JUGA – Gempa M6.2 Guncang Nias Selatan

Para ahli geologi sangat memahami bahwa gempa bumi merupakan fakta kehidupan di Pulau Jawa, hal ini berdasarkan penelitian secara berkala.

Seperti dilansir Konversi, Kamis (24/11/2022) selama dua dekade terakhir, ahli geologi telah mengidentifikasi banyak retakan atau kekar di kerak Jawa yang cenderung aktif, namun baru sedikit yang dipelajari secara detail.

Sesar Lembang di pinggiran Bandung, kota terbesar keempat di Indonesia (dengan populasi 8,8 juta, dibandingkan dengan Cianjur 170.000).

Ini adalah salah satu dari sedikit bukti geologis aktivitas seismik prasejarah. Sesar ini diperkirakan menghasilkan gempa berkekuatan 6,5–7,0 skala Richter setiap 170–670 tahun.

Selain Yogyakarta, sesar aktif lainnya diketahui mengancam kota Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Hal ini tidak menutup kemungkinan kerusakan lain juga mengancam wilayah lain di luar ketiga kota tersebut.

Dalam penelitian terbaru, para arkeolog juga mendokumentasikan getaran yang sangat ekstrem akibat gempa bumi 25 Oktober 1875 di dekat Kuningan, Jawa Barat. Seorang saksi mata menggambarkan dirinya terlempar dari kursi dan melihat sekawanan sapi terlempar dari tanah.

Gempa bumi yang menimbulkan kerusakan juga terjadi di Cirebon pada 16 November 1847. Peristiwa ini diperkirakan menyebabkan sungai meluap setinggi 5 meter karena kekuatannya mencapai 7 skala richter atau lebih.

Cianjur, lokasi gempa minggu ini, setidaknya pernah mengalami satu kali gempa yang menimbulkan kerusakan besar pada 28 Maret 1879 yang menyebabkan beberapa bangunan runtuh dan menelan korban jiwa.

(wbs)