liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

T-Rex Diduga Punya Otak Cerdas Melebihi Dugaan Manusia, Bisa Bangun Kebudayaan

T-Rex Diduga Punya Otak Cerdas Melebihi Dugaan Manusia, Bisa Bangun Kebudayaan

Memuat…

Tyrannosaurus rex diyakini memiliki tiga miliar neuron di otak besarnya. Foto/IST

JAKARTA – Ternyata dinosaurus T-Rex memiliki otak yang sangat besar untuk membuat peralatan, memecahkan masalah, dan membangun budaya. Jadi jika asteroid yang menghantam Bumi dan memusnahkan dinosaurus tidak terjadi, kemungkinan T-Rex akan membuat sejarah budaya yang panjang.

Menurut Suzana Herculano-Houzel, peneliti dari Vanderbilt University, kemampuan ini terbentuk karena otak T-Rex memiliki jumlah neuron yang sangat banyak di cerebrum atau otak besar. Ia memperkirakan jumlah neuron yang ditemukan di otak theropoda sama dengan jumlah neuron yang ditemukan di otak monyet.

Diperkirakan bahwa theropoda seperti Alioramus memiliki sebanyak satu miliar neuron di otak besar. T-Rex sebenarnya memiliki jumlah yang sangat besar dengan total tiga miliar neuron di otak besar.

Menurut Suzana Herculano-Houzel, jika jumlah neuron mencerminkan kecerdasan makan, hewan prasejarah ini tidak hanya berukuran raksasa, tetapi juga berumur panjang dan memiliki kognisi yang fleksibel. Ini berarti T-Rex akan menjadi predator yang lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.

Baca juga: Velg HSR Siapkan Velg Khusus Mobil Listrik Fitra Eri

“Karnivora seukuran gajah tapi lincah dengan kognisi seperti kera atau babon tentu merupakan predator yang sangat efisien,” jelasnya.

Menurut Suzana Herculano-Houzel, penghitungan jumlah neuron pada otak besar dilakukan dengan menghitung jumlah neuron pada burung. Menurutnya, burung yang ada saat ini merupakan keturunan terakhir dinosaurus.

“Burung adalah keturunan dinosaurus yang hidup lebih lama. Burung tetaplah dinosaurus,” jelasnya.

Baca juga: Rumah Bordil Mewah Saksikan Sejarah Pompeii Dipulihkan Seperti Aslinya

Ia melanjutkan, saat ini konsep menghitung neuron otak cenderung salah kaprah karena banyak orang menganggap semua dinosaurus itu sama. Meskipun dinosaurus berbeda satu sama lain. “Sama seperti mamalia, tidak semuanya sama. T-Rex dan beberapa dinosaurus lainnya sepertinya memiliki ukuran otak yang sama dengan burung. Artinya bisa dihitung,” jelasnya.

Dari situ, Suzana Herculano-Houzel membuat perhitungan dengan menggunakan ukuran burung tersebut. Hasilnya, jumlah neuron otak yang dimiliki T-Rex sama dengan jumlah neuron otak pada primata.

“Karnivora berkaki dua seukuran gajah tetapi lincah dengan kognisi seperti kera atau babon pasti merupakan predator yang sangat efisien,” tegasnya.

(dll.)