liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Wall Street Dibuka Koreksi Terbebani Dovish Bank Sentral Jepang

Wall Street Dibuka Koreksi Terbebani Dovish Bank Sentral Jepang

Memuat…

Indeks utama Wall Street dibuka terkoreksi setelah Bank of Japan mengejutkan investor global atas perubahan kebijakan. FOTO/Reuters

JAKARTA – Indeks utama dinding jalan dibuka terkoreksi Selasa (20/12/2022) setelah Bank of Japan (BoJ) mengejutkan investor global atas perubahan kebijakan yang memungkinkan suku bunga jangka panjang naik lebih tinggi. Di tengah sikap agresif bank sentral dunia, BoJ tetap mempertahankan sikap dovish yang ditengarai akan memberikan efek pengetatan dalam jangka panjang.

Dow Jones Industrial Average turun 0,01% pada 32.753,76. S&P 500 (SPX) dibuka turun 0,26%, pada 3.807,62, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) turun 0,52% menjadi 10.490,89. Saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah S&P 500 termasuk Tesla, Amazon.com, dan Apple.

Baca Juga: Wall Street Buka Lebih Kuat Mendengar Kabar Elon Musk Siap Hengkang dari Twitter

Tiga peraih teratas adalah Newmont Goldcorp, yang naik 1,73%, Freeport-McMoran naik 1,39%, dan Western Digital naik 1,20%, sedangkan pecundang teratas adalah General Mills, yang turun 4,24%, Gilead turun 2,51%. dan CarMax tertekan 2,07%.

Analis melihat langkah dovish Bank of Japan bisa berdampak pada kenaikan suku bunga dalam jangka panjang. “Menaikkan suku bunga acuan adalah sesuatu yang mereka (Jepang) belum lakukan, jadi sepertinya dunia berada di halaman yang sama dan akan melihat kenaikan suku bunga lainnya,” kata Kim Forrest, kepala investasi di Bokeh Capital Mitra di Pittsburgh. Dilansir Reuters, Selasa (20/12/2022).

Di tengah pesimisme tersebut, para pelaku pasar modal AS tampaknya mulai menjauh dari sentimen hawkish Federal Reserve, menyusul kinerja keuangan beberapa perusahaan yang positif.

Baca Juga: Wall Street Kembali Ditutup Efek Peredam Resesi Yang Mengkhawatirkan

Saat ini, indikator Fedwatch melihat peluang 61% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuannya di bulan Februari. Jika itu terjadi, maka angka Fed rate akan menjadi 4,50%-4,75%.

(Tidak)