liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Wall Street Dibuka Lesu Usai Rilis Data Ketenagakerjaan

Wall Street Dibuka Lesu Usai Rilis Data Ketenagakerjaan

Memuat…

Wall Street dibuka lebih rendah. Ilustrasi Foto/Rtr

JAKARTA – Indeks utama dinding jalan hari ini dibuka setelah pengumuman peningkatan jumlah lapangan kerja sektor swasta di Amerika Serikat (AS). Pasar tenaga kerja yang ketat telah memicu kekhawatiran baru tentang inflasi, sementara berpotensi membuat suku bunga Federal Reserve atau The Fed bertahan lebih lama.

Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,44% menjadi 33.122,43; S&P 500 (SPX) tergelincir 0,62% menjadi 3.828,97; dan Nasdaq Composite (IXIC) melemah 0,64% menjadi 10.391,32. Beberapa saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah indeks SPX termasuk Tesla, Apple, dan Intel.

Tiga peraih teratas adalah ConAgra Foods yang naik 3,98% menjadi USD40,25, Western Digital naik 3,33% menjadi USD34,15, dan Charter Communications naik 2,03% menjadi USD361,17.

Sementara itu, tiga pelemahan SPX teratas adalah Walgreens Boots yang turun 5,52% menjadi USD 35,43, Signature Bank turun 5,04% menjadi USD 111,09, dan Linde PLC turun 4,54% menjadi USD 302,38.

Laporan ketenagakerjaan nasional ADP mencatat peningkatan lapangan kerja swasta sebanyak 235.000 pekerjaan pada Desember 2022. Angka ini terus bertambah setelah sebelumnya meningkat sebanyak 127.000 pekerjaan pada November 2022.

“Laporan ADP menempatkan investor pada posisi defensif lagi tentang Fed dan mungkin memang perlu menaikkan suku bunga lebih lama dan lebih tinggi dari yang diperkirakan pasar saat ini,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research. .

Baca juga: Wall Street Ungkap Konsolidasi Di Tengah Optimisme Pemulihan China

Sementara itu, laporan lain menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun minggu lalu.

Ketahanan pasar tenaga kerja telah menjadi perhatian utama investor pasar modal karena dapat memberikan alasan bagi The Fed untuk terus menaikkan suku bunga. Sebagai catatan, sentimen Fed Fund Rate (FFR) yang tinggi menghantam pasar saham Wall Street pada akhir tahun lalu.

Baca juga: The Fed Terus Agresif, Pengamat: Suku Bunga Naik 3-4 Kali Lagi di 2023

Sementara itu, besok para pelaku pasar modal AS akan menerima rilis laporan non-farm payrolls untuk dapat membaca lebih luas keadaan pasar tenaga kerja, yang juga dapat memproyeksikan kebijakan The Fed.

(eng)